Air Terjun Watu Tangis Eksotisme Desa Krisik Blitar

Air Terjun Watu Tangis Eksotisme Desa Krisik Blitar. Air Terjun Watu Tangis merupakan temuan baru eksotisme air terjun yang berada di kaki Gunung Kawi, Blitar.


Air Terjun Watu Tangis: Eksotisme Desa Krisik Blitar

Secara administratif, Air Terjun Watu Tangis terletak di Dusun Barurejo, Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.


Eksotisme Air Terjun Watu Tangis

Berketinggian sekira 70 meter, Watu Tangis termasuk air terjun terindah di Blitar Raya, utamanya Desa Krisik yang terkenal dengan kearifan lokalnya. Air terjun Watu Tangis berada di aliran Sungai Lekso yang berhulu di Gunung Kawi-Buthak.  Belum lama Air Terjun Watu Tangis ditemukan, menurut warga lokal yaitu sekitar awal tahun 2020.


Air Terjun Watu Tangis: Eksotisme Desa Krisik Blitar

Terbilang masih perawan, Air Terjun Watu Tangis menyajikan air yang dingin dan udara yang bersih. Sepanjang jalur menuju air terjun didominasi oleh bermacam-macam vegetasi: tanaman paku, akasia, dan lumut yang selalu hijau di tepian sungai. Sungai Lekso memiliki karakter batu-batunya yang besar, terjal, dan licin. Pohon-pohon tumbang juga mendominasi jalur Air Terjun Watu Tangis karena aliran sungai yang cukup deras dan tanahnya yang rawan erosi.


Rute Menuju Air Terjun Watu Tangis

Dari Kota Blitar menuju Air Terjun Watu Tangis berjarak kurang lebih 43 kilometer. Tidak banyak informasi yang menunjukkan keberadaan Air Terjun Watu Tangis karena akses jalan yang sulit. Walaupun sudah terdaftar di google maps, rute menuju Watu Tangis diarahkan melewati Perkebunan Teh Sirah Kencong.


Salah satu rute yang paling mudah adalah dengan menuju Dusun Barurejo, Desa Krisik. Dari Kota Blitar, kita bisa menuju Gandusari dan mencari Pasar Krisik. Dari pertigaan Pasar Krisik belok timur, lalu akan kita temui persimpangan: jika ke kiri Rambut Monte; jika kanan menuju Pura Agung Arga Sunya. Langsung saja mengikuti jalan utama menuju Pura Agung Arga Sunya, setelah itu ambil arah timur menuju Dusun Barurejo. Setelah menemui pertigaan pos kamling, kita belok kiri hingga dijumpai pertigaan lagi belok kanan. Ikuti jalan berbatu sampai kita temui pemukiman terakhir, yaitu rumah Mak Ni. Di rumah Mak Ni kita bisa menitipkan kendaraan.


Air Terjun Watu Tangis: Eksotisme Desa Krisik Blitar


Eksplorasi menuju Air Terjun Watu Tangis diawali dengan mengikuti jalur warga sekitar menuju kebun, yaitu jalan tanah setapak. Selain sayuran, tanaman cengkeh dan kopi tumbuh subur di tepian jalur perkebunan.


Setelah satu jam berjalan, kita akan sampai di Coban Gumuk atau juga disebut Grojokan Lestari. Coban Gumuk tidak seberapa tinggi dibandingkan Air Terjun Watu Tangis, namun bisa digunakan untuk break sebentar sebelum memulai perjalanan menyusuri sungai menuju Air Terjun Watu Tangis.


Dari Coban Gumuk kita mengambil arah kiri untuk menyisiri tanjakan (tebing) yang cukup curam. Walaupun kontur tanjakan berupa tanah, kita harus jeli melihat jalur karena vegetasinya sangat rimbun. Setelah itu menuruni tanjakan dengan mengandalkan akar, lalu kita sampai di jalur yang sudah berupa sungai. Perjalanan yang sebenarnya pun dimulai.


Air Terjun Watu Tangis: Eksotisme Desa Krisik Blitar


Aliran Sungai Lekso memiliki debit air yang cukup deras dan merupakan tipe sungai yang berkelok. Kita bisa mengambil jalur kiri ataupun kanan sungai, dengan sesekali menyebrangi sungai dan menyisiri tepian yang aman untuk digunakan sebagai pijakan. Di sepanjang sungai ada banyak pohon tumbang, sehingga harus berhati-hati jika melewatinya. Setelah 2 jam menyusuri sungai, kita akan disuguhkan oleh eksotisme Air Terjun Watu Tangis. Estimasi waktu trekking dari pemukiman terakhir menuju Air Terjun Watu Tangis adalah 3 jam.


Sebuah Tips Eksplorasi Air Terjun Watu Tangis  yang Ga Penting tapi sangat penting

  • Waktu yang ideal untuk eksplorasi Air Terjun Watu Tangis adalah ketika musim kemarau. 
  • Bawa perbekalan yang cukup karena di air terjun tidak ada warung, apalagi ind*mar*t.
  • Gunakan alas kaki yang safety (sandal gunung lebih direkomendasikan) karena arus sungai deras dan batuannya licin . Ada juga kami jumpai sandal jepit tersangkut di pinggiran sungai.
  • Tetap siap sedia jas hujan dan baju ganti seperlunya jika terjadi presipitasi/hujan sewaktu-waktu.
  • Manajemen waktu sangat perlu diperhitungkan. Usahakan berangkat lebih pagi agar perjalanan pulang tidak menemui malam hari. Jadi tidak ada salahnya membawa senter untuk antisipasi.
  • Tetap jaga etika alam dan tidak meninggalkan sampah di sepanjang sungai dan Air Terjun Watu Tangis. Jangan lupa untuk selalu berdoa dan berhati-hati
  • Cari informasi sebanyak-banyaknya agar perjalanan ke Air Terjun Watu Tangis aman dan menyenangkan.


LihatTutupKomentar