Bukit Watu Jengger, Surga Tersembunyi di Mojokerto untuk Pendakian

Sedikit cerita tentang Bukit Watu Jengger, surga tersembunyi untuk pendakian di daerah Mojokerto dan sekitarnya. Bukit Watu Jengger termasuk gunung yang berada di perbukitan Gunung Anjasmoro. Watu Jengger juga disebut sebagai Gunung Joko Munjung. Berada di bawah naungan Taman Hutan Raya Raden Soejo, titik tertinggi Bukit Watu Jengger adalah 1.100 mdpl.

Bukit Watu Jengger Surga Tersembunyi di Mojokerto untuk Pendakian

Informasi Pendakian Bukit Watu Jengger

Basecamp pendakian Bukit Watu Jengger berada di dusun Nawangan, desa Tawangrejo, kecamatan Jatirejo, kabupaten Mojokerto. Pos perzinan dan parkiran untuk pendakian Bukit Watu Jengger bisa dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun lebih direkomendasikan menggunakan sepeda motor karena medan menuju dusun Nawangan berupa jalanan rusak yang sangat terjal. Area parkir berada di kampung terakhir, sementara pos perizinan terletak sebelum pintu masuk perkebunan dan hutan.

Registrasi pendakian bukit watu jengger bisa dilakukan secara online ataupun offline. Melalui situs resmi Booking Online Gunung Arjuno - Welirang, Gunung Pundak, Watu Jengger (tahuraradensoerjo.or.id) akses untuk booking online. Para pendaki lebih dianjurkan registrasi online untuk mengantisipasi jika pos perizinan sudah tutup ketika malam hari.

Untuk biaya karcis masuk kawsan Tahura Raden Soerjo adalah Rp. 10.000 berlaku satu hari. Ada juga biya asuransi Rp. 1.000/orang/hari. Sementara untuk parkir cukup merogoh kocek Rp. 5.000/motor.

Tersedia sebuah warung yang bersebelahan dengan parkiran. Sebelum memulai  pendakian baiknya dicek kelengkapan peralatan dan logistik karena di area pos perizinan tidak terdapat persewaan alat outdoor. Dan di sepanjang jalur pendakian maupun camp area tidak ada sumber air sama sekali.

Pos Perizinan Pendakian Bukit Watu Jengger

Pos perizinan pendakian Bukit Watu Jengger berada tidak jauh setelah tempat parkir kendaraan. Kita bisa melakukan registrasi dengan menunjukkan ktp dan mengisi formulir untuk satu rombongan.

Dari pos perizinan menuju pos 1 merupakan jalur yang biasa dipergunakan warga lokal menuju kebun. Vegetasi di sini didominasi cemara, diselingi tanaman kebun lainnya.

Bukit Watu Jengger Surga Tersembunyi di Mojokerto untuk Pendakian
Bukit Watu Jengger Surga Tersembunyi di Mojokerto untuk Pendakian
Bukit Watu Jengger Surga Tersembunyi di Mojokerto untuk Pendakian

Pos 2 Pendakian Bukit Watu Jengger

Pos 2 watu jengger berupa area yang mulai terbuka. Lanskap punggungan Anjasmoro sudah terlihat. Tempat ini bisa digunakan untuk mendirikan tenda.

Bukit Watu Jengger Surga Tersembunyi di Mojokerto untuk Pendakian

 

Pos 3 Pendakian Bukit Watu Jengger

Camp area yang ideal untuk pendakian watu jengger adalah pos 3. Lanskap pos 3 tidak terlalu terbuka sehingga aman dari terpaan angin. Lebih luas daripada pos 2.

Bukit Watu Jengger Surga Tersembunyi di Mojokerto untuk Pendakian
Bukit Watu Jengger Surga Tersembunyi di Mojokerto untuk Pendakian

Puncak Pendakian Bukit Watu Jengger

Tepat berketinggian 1.100 mdpl Puncak Watu Jengger menyuguhkan pemandangan yang ciamik. 

Namun puncak watu jengger punya dataran yang sangat terbuka sehingga cukup hareudang ketika siang hari dan kurang ideal jika digunakan untuk mendirikan tenda. Momentum yang pas untuk menikmati pemandangan di Puncak Watu Jengger adalah pagi dan sore.

Bukit Watu Jengger Surga Tersembunyi di Mojokerto untuk Pendakian
Bukit Watu Jengger Surga Tersembunyi di Mojokerto untuk Pendakian
Bukit Watu Jengger Surga Tersembunyi di Mojokerto untuk Pendakian

Cerita di Balik Bukit Watu Jengger dan Dusun Nawangan

Walaupun melakukan pendakian singkat (tektok), ada catatan-catatan yang bisa kami bawa pulang tentang pendakian Bukit Watu Jengger. Terutama setelah kami sedikit bersinggungan dengan dusun Nawangan, kampung yang berada tepat di kaki Bukit Watu Jengger. Dan saya mendapati kesempatan untuk berbincang dengan ibu pemilik tempat parkir.

Yang dikeluhkan ketika menuju dusun itu adalah kondisi jalan yang sangat rusak. Kira-kira sejak 2018 kerusakan tersebut tidak diindahkan. Sampai saat ini, warga sudah berkali-kali mengajukan kerusakan jalan menuju dusun kepada pemerintah.

Bukit Watu Jengger Surga Tersembunyi di Mojokerto untuk Pendakian
Bukit Watu Jengger Surga Tersembunyi di Mojokerto untuk Pendakian
Bukit Watu Jengger Surga Tersembunyi di Mojokerto untuk Pendakian

“Sudah sering, Mbak, kami usul ke orang-orang atas. Ada yang sudah bilang ke bupati Mojokerto. Tapi ntah sampai sekarang kok belum diperbaiki.”

“Susahnya ya kalau pas hujan. Mau turun aja mikir-mikir. Orang-orang ke pasar kadang cuma seminggu dua kali.”

Sebelumnya, akses menuju dusun Nawangan sudah beraspal. Karena medan yang mudah tergerus oleh air hujan sehingga rusak lebih cepat. Selain itu, aksesbilitas warga dusun dan para pendatang (pendaki) juga tinggi.

Jalanan rusak tersebut berupa makadam berbatu yang batunya runcing dan mencuat sana-sini sepanjang 2 kilometer. Tanahnya juga sangat liat. Ketika musim penghujan sudah pasti menyulitkan karena medan yang licin, curam, dan berkelok.

Sementara sekolah (SD) hanya tersedia di desa sebelah, SDN Tawangrejo. Bisa dibayangkan anak-anak harus menempuh jalanan terjal 2 km tersebut setiap harinya. Belum lagi jika ada warga yang darurat harus dilarikan ke rumah sakit.

Bukit Watu Jengger Surga Tersembunyi di Mojokerto untuk Pendakian
Bukit Watu Jengger Surga Tersembunyi di Mojokerto untuk Pendakian

“Di sini, anak-anak kalau sudah berumur 10 tahun bisa dibawai sepeda motor sendiri, mbak. Biar mereka bisa berangkat ke sekolah sendiri.”

Bisa dibayangkan bagaimana jadinya jika anak-anak dari keluarga yang ekonominya kurang. Di mana mereka harus menempuh perjalanan sekolah setiap harinya. Entah dengan bersepeda, atau bahkan berjalan kaki?

LihatTutupKomentar