Jalur Paling Terjal dan Berat Pendakian Gunung Arjuno via Tretes

Berikut adalah ulasan tentang jalur paling terjal dan berat pendakian Gunung Arjuno via Tretes. Gunung Arjuno termasuk satu dari tujuh puncak tertinggi di Pulau Jawa setelah gunung Semeru, Slamet, dan Sindoro. Dengan puncak yang berketinggian 3.339 mdpl, Gunung Arjuno via Tretes termasuk salah satu gunung yang memiliki jalur paling terjal dan berat di antara jajaran gunung-gunung di Pulau Jawa.

Selain itu, juga kita ketahui kalau Gunung Arjuno memiliki cerita-cerita mistis tersendiri. Gunung yang secara administraif terletak di perbatasan Malang, Pasuruan, dan Batu ini masih diyakini ceritanya terkait hal-hal sakral dan mistis.

Jalur Paling Terjal dan Berat Pendakian Gunung Arjuno via Tretes
Jalur Paling Terjal dan Berat Pendakian Gunung Arjuno via Tretes

Menjangkau Basecamp Arjuno-Welirang

Letak basecamp pendakian Gunung Arjuno berseberangan dengan Hotel Tanjung, tepatnya di Tretes, Pandaan, Pasuruan. Ketinggian basecamp masih sekitar 900 mdpl. Sehingga masih dibutuhkan lebih dari 2.500 meter secara vertikal perjalanannya. Sudah jelas kan kalau jalur Tretes berat dan terjal yang plus plus?

Basecamp Tretes merupakan basecamp sekaligus pos perizinan untuk pendakian Gunung Arjuno sekaligus Gunung Welirang. Jadi, para pendaki bisa sekaligus melakukan pendakian estafet Arjuno-Welirang dalam satu registrasi, kalaupun berkenan, ya.

Jalur Paling Terjal dan Berat Pendakian Gunung Arjuno via Tretes
Jalur Paling Terjal dan Berat Pendakian Gunung Arjuno via Tretes
Jalur Paling Terjal dan Berat Pendakian Gunung Arjuno via Tretes


Untuk registrasi dan booking online pendakian Gunung Arjuno via Tretes bisa melalui website resmi: Tahura Raden Soerjo

Perjalanan Mendaki Gunung Arjuno

Pos Perizinan - Pos 1 Pet Bocor Arjuno(30 menit)

Perjalanan bisa dimulai setelah mendapat briefing dari pos perizinan. Registrasi dan start pendakian harus dilakukan di pagi hari. Pos perizinan Arjuno-Welirang tidak melayani registrasi 24 jam. Oleh karena itu sangat zonk sekali jika kita registrasi dan start mendaki di malam hari.

Dari pos perizinan menuju pos 1 Pet Bocor, jalur masih datar dan berbatu. Jalur cukup lebar jika dipergunakan untuk kendaraan bersimpangan. Perjalanan menuju pos 1 Pet Bocor vegetasinya masih cukup rapat. Selang sekitar 30 menit kita bisa sampai di pos 1 Pet Bocor, yang ditandai dengan adanya pipa yang bocor dan mengucurkan air. Asyiknya, bersebelahan dengan pipa bocor ada warung plus toilet yang selalu buka.

Jalur Paling Terjal dan Berat Pendakian Gunung Arjuno via Tretes
Jalur Paling Terjal dan Berat Pendakian Gunung Arjuno via Tretes
Jalur Paling Terjal dan Berat Pendakian Gunung Arjuno via Tretes

Pos 1 Pet Bocor - Pos 2 Kokopan Arjuno (3 jam)


Track setelahnya mulai menanjak dan udah terasa ngos-ngosan. ini bisa dikatakan definisi jalur paling terjal dan berat pendakian Gunung Arjuno via Tretes. Petunjuk jalan sudah sangat jelas karena kita hanya perlu mengikuti jalanan berbatu (makadam).

Setelah merasakan jalur yang terjal, akan kita dapati tanah yang cukup lapang dan ada sumber air yang mengucur seperti gerojokan kecil: Pos 2 Kokopan. Dinamai Kokopan karena menyerupai teko yang mengeluarkan air dan bisa langsung dikokop airnya.

Jalur Paling Terjal dan Berat Pendakian Gunung Arjuno via Tretes
Jalur Paling Terjal dan Berat Pendakian Gunung Arjuno via Tretes

Pos 3 Kokopan - pos 3 Pondokan Arjuno-Welirang (5 jam)

Menuju pos 3 Pondokan, kita kudu mempersiapkan kaki kuda dan bahu yang bakoh. Ini adalah jalur terberat dan terjal. Batuan-batuan terlihat mencuat sana-sini. Lanskap dominan terbuka karena vegetasi yang rendah, hanya perdu liar. Panas bingits.

Jauh sebelum tiba di Pondokan, kita akan dipertemukan dengan Tanjakan Asu. Sebenarnya kurang tau persis bagian mana yang termasuk asu. Tidak ada plakat. Tapi kira-kira sepanjang perjalanan dari bawah sudah sangat asu sekali. Diberi nama tanjakan asu karena kita bisa kok melet-melet sepanjang tanjakan. Asik, kan?

Dengan segala jurus seribu bayangan, kita tiba-tiba sampai di pos 3 Pondokan.

Pos 3 Pondokan - Lembah Kidang Gunung Arjuno (30 menit)

Pondokan merupakan pos persimpangan jalur yang jika ke kiri menuju Arjuno, dan lurus untuk menuju Welirang. Lanskap tempat ini berupa pondok-pondok milik penambang belerang yang berada di lembah yang dikelilingi bukit. Pondok-pondok berjajar random dan menyebar. Ada yang berhadapan dan ada pula yang saling membelakangi. Kabar baiknya, pos 3 Pondokan menyediakan warung-warung yang hampir setiap saat buka. Syahdu deh pokoknya.

Di sini lah tempat yang paling ideal untuk mendirikan tenda jika ingin melakukan summit attack ke Welirang dan atau ke Arjuno. Tersedia sumber air yang cukup melimpah. Namun sayangnya banyak sampah yang mencemari sumber air. Bahkan ada ranjau yang dengan tidak sopan kuning-kuning nongol. Busett deh. Pondokan tempat kesayanganku telah ternodai!!

Jalur Paling Terjal dan Berat Pendakian Gunung Arjuno via Tretes
Jalur Paling Terjal dan Berat Pendakian Gunung Arjuno via Tretes


Tidak butuh waktu lama menyisiri jalur sebelah kiri (menuju Gunung Arjuno), kita telah sampai di sebuah dataran yang berupa lembah. Sekitarnya ada tanah lapang di bawah pepohonan cemara dan berdekatan dengan sumber air, di sinilah tempat yang paling damai jika digunakan sebagai campground. Berita bahagianya, tempat tersebut sangat bisa menampung banyak tenda dan menghindari terpaan angin.

Beberapa cerita pernah menyebutkan kalau di Lembah Kidang terlihat kijang-kijang yang berseliweran. Itu pun kalau beruntung.

Lembah Kidang – Puncak Ogal Agil Gunung Arjuno (4-5 jam)

Rata-rata suhu di Lembah Kidang cukup rendah dan dengan kelembaban yang tinggi, terutama di musim kemarau. Perlu dipersipkan tenda yang safety, apalagi sleeping bag. Bagian perjalanan ini adalah definisi jalur paling terjal dan berat pendakian Gunung Arjuno via Tretes

Summit attack yang ideal adalah kisaran jam 3 pagi agar tidak kesiangan. Sebelum summit, harus disiapkan perbekalan yang cukup dan peralatan penunjang keamanan.

Jalur setelahnya adalah jalanan sempit yang hampir tertutup rumput-rumput yang tinggi dan tanjakan-tanjakan. Akan kita temui hutan yang didominasi cemara yaitu Alas Lali Jiwo.

Jalur Paling Terjal dan Berat Pendakian Gunung Arjuno via Tretes


Setelah bersusah payah di jalur yang vegetasinya tertutup, lanskap terbuka Gunung Arjuno mulai kelihatan. Ada juga jajaran makam/pusara yang berupa susunan batu. Inilah yang dijuluki Pasar Setan Gunung Arjuno. Mau mendirikan tenda dan tidur bersebelahan dengan kuburan? Silakan.

Kalau sudah naik-turun bukit, tanjakan dan turunan. Dan mengira di depan sudah terlihat batang hidung puncak Gunung Arjuno padahal masih harus memutari bukit. Kita bisa menapakkan kaki di gundukan tertinggi Gunung Arjuno, yaitu Puncak Ogal-Agil.

Memaknai Perjalanan Terjal Gunung Arjuno

Jika dikembalikan lagi tiga tahun ke belakang, banyak hal yang samar-samar bisa teringat. Memang tidak bisa dipungkiri kalau Gunung Arjuno via Tretes memiliki jalur paling terjal dan berat. Bukan tentang ketinggian Arjuno (3.339 mdpl) yang tidak setinggi gunung-gunung lain. Melainkan tentang kekompakan dan kesabaran yang harus ditempa selama melakukan pendakian. Bukan hanya pendakian Gunung Arjuno via Tretes, ini juga berlaku untuk jalur-jalur lain.

Jalur Paling Terjal dan Berat Pendakian Gunung Arjuno via Tretes

Kami tergabung menjadi tim yang kompleks. Kuantitas memang bukan segalanya, tapi rombongan yang berisi delapan orang adalah tantangan tersendiri bagi kami. Sedikitnya, harus menyatukan visi biar sejalan. Memahami masing-masing karakter. Menyelaraskan empati. Membentuk tim yang kompak.

Gunung Arjuno adalah gunung yang gagah. Siapa pun yang mengenalinya akan mengakui. Tabik. Gunung Arjuno memang bukan playground, apalagi pula buat kita yang bermental sengaja main-main. Sangat tabik.

LihatTutupKomentar